Langsung ke konten utama

Perihal Meminta Maaf

Beberapa hari yang lalu, lagi mau nyebrang untuk naik angkot ke kosan. Keadaan lagi haus banget lupa bawa air minum dari rumah. Turun dari angkot langsung nyebrang ke salah satu toko roti buat beli air minum. Jalanan itu satu arah dengan pembatas jalan ditengahnya. Saat mau nyebrang langsung mengarahkan pandangan ke kanan untuk liat kendaraan yang lewat. Cari aman biar selamat untuk nyebrang ke seberang sana.




Tunggu dulu,
Apa yang terjadi? Ada om-om yang ngelawan arus lalu lintas dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Aku fokus di arah kanan sedangkan yang lawan arus ada di sebelah kiri. *Bbbbrrruuuukkkkk*
Kaki kiri tabrakan sama standar kereta + perut kenak setang kereta. Aku jatuh? Alhamdulilah enggak. Yang jatuh om itu. Dia kejatuhan kereta dan aku masih kaget banget karna bisa tabrakan kayak gini.



Orang sekitar pada liat, ada om-om penarik becak yang stay disitu langsung nyamperin :
Om becak : ada yang sakit dek?
Aku : sakit dikit om
Om becak : langsung bilang ke om yang nabrak, sakit dia ini bang kaki sama perutnya
Om yang nabrak : dia yang salah bg, dianya lari makanya aku jatuh. Kalo dia nggak lari kan aku gak jatuh.
Aku : kan yang salah om, om ngelawan arus makanya aku jatuh.



Terkejut banget liat jawabannya; makin kesini makin susah banget yaa untuk mengatakan "Maaf yaaa.." Walau sekecil apapun itu kesalahannya. Padahal dia yang salah, kenapa mesti orang lain yang harus mengelus dada, menahan amarah, dan memastikan semuanya baik-baik saja.




Kadang kita terlalu fokus sama apa yang kita hadapi di depan tanpa memastikan di belakang kita ada bahaya atau tidak.




Untuk kita semua,


Jangan pernah malu untuk meminta maaf, sekecil apapun kesalahan yang kita perbuat.



Meminta maaf nggak buat rendah martabatmu kok, malahan bisa jadi obat seseorang, meredakan amarah dan memastikan semuanya baik-baik saja dan mengundang senyumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya Bukan Aku by Aliciaandf

Perkenalkan ini "saya" bukan "aku" Dengan sakit kronis, sebab terkena tikaman tak kasat mata yang merangkul lalu menusuk . Dengan telinga menuli, mata memejam, dan hati lebam-lebam . Mengapa? Saya yang berdarah, Dia yang kamu rawat dengan cinta. Baiklah.. Tahun-tahun saya dan kamu sudah usang, hancur bahkan. Kamu baik selama itu. Tapi entah kenapa dimata ini pengkhianatan selalu menjijikan. Sengaja puisi ini tertulis "saya" . Karena "aku" terlalu akrab untuk kita yang terlanjur asing.

Aku Ini Siapa

Aku ini siapa? Terlalu dekat tapi tak punya tempat. Tidak asing tapi tak saling ingin. Aku ini siapa? Terlalu menaruh harap sampai lupa kalau kau tak terharap. Aku ini siapa? Yang memintamu lebih baik padahal kau sama sekali tak ingin lebih. Aku ini siapa? Terlalu ingin lebih tapi sayang nggak bisa memiliki. Aku ini siapa? Si keras kepala yang ingin memperjuangkan tapi bertepuk sebelah tangan. Aku ini siapa? Seorang yang selalu memintamu disini tapi kau memilih pergi.

Pemandian Babarsari (Kabupaten Langkat)

Jatuh cinta sama tempat ini dari spanduk yang di pampang dijalan sebelum masuk ke desa Pamah Simelir. Suatu desa yang terujung tapi mempunyai pesona alam yang indah. Disini kita banyak menemukan objek wisata yang tiket masuknya sangat murah. Tenang, aman dan udaranya sejuk berasa di Berastagi. Akhir tahun, libur natal jalan-jalan berdua sama saudara. Dari mulai pergi keluar dari rumah kita berdua belum tau bakal menuju kemana. Yang penting sih jalan-jalan. Dan akhirnya kita memutuskan ke Lau Kulab. Mengikuti petunjuk di jalan sampai lah kita di depan jalan menuju Lau Kulab. Anehnya kita berdua sama sekali tidak tertarik untuk menuju Lau Kulab. Malah ikut mobil ke depan dikit aja dari jalan masuk ke Lau Kulab. Nama objek wisatanya "Babarsari". Bapaknya senyum liat kita berdua sambil bilang, wisata ini bakal dibuka tahun baru dek:) nanti tahun baru kesini yaaa. Padahal aslinya kita berdua udah ngebet kali mau kesini. Sambil temen mengarahkan kereta ke arah Lau Kulab, sam...