Langsung ke konten utama

Saya Bukan Aku by Aliciaandf

Perkenalkan ini "saya" bukan "aku"

Dengan sakit kronis, sebab terkena tikaman tak kasat mata yang merangkul lalu menusuk.

Dengan telinga menuli, mata memejam, dan hati lebam-lebam.

Mengapa?

Saya yang berdarah,
Dia yang kamu rawat dengan cinta.

Baiklah..

Tahun-tahun saya dan kamu sudah usang, hancur bahkan.

Kamu baik selama itu.
Tapi entah kenapa dimata ini pengkhianatan selalu menjijikan.

Sengaja puisi ini tertulis "saya".
Karena "aku" terlalu akrab untuk kita yang terlanjur asing.

Komentar

  1. Puisi ini sangat indah banyak maknanya saya suku:)

    BalasHapus
  2. Ini bukannya karya barcov firdaus?

    BalasHapus
  3. Pemilihan kata katanya bagus banget parah

    BalasHapus
  4. Omg. How gorgeous this poem❤️

    BalasHapus
  5. datang ke sini karna gak sengaja nemu cuplikan puisinya di tiktok, hehe

    BalasHapus
  6. Assalamu'alaikum kak, saya sangat suka dengan puisi kakak. Saya izin membaca karya kakak ya. Puisinya lewat di beranda tiktok saya dan saya sangat suka. Sukses selalu kakak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Ini Siapa

Aku ini siapa? Terlalu dekat tapi tak punya tempat. Tidak asing tapi tak saling ingin. Aku ini siapa? Terlalu menaruh harap sampai lupa kalau kau tak terharap. Aku ini siapa? Yang memintamu lebih baik padahal kau sama sekali tak ingin lebih. Aku ini siapa? Terlalu ingin lebih tapi sayang nggak bisa memiliki. Aku ini siapa? Si keras kepala yang ingin memperjuangkan tapi bertepuk sebelah tangan. Aku ini siapa? Seorang yang selalu memintamu disini tapi kau memilih pergi.

Pemandian Babarsari (Kabupaten Langkat)

Jatuh cinta sama tempat ini dari spanduk yang di pampang dijalan sebelum masuk ke desa Pamah Simelir. Suatu desa yang terujung tapi mempunyai pesona alam yang indah. Disini kita banyak menemukan objek wisata yang tiket masuknya sangat murah. Tenang, aman dan udaranya sejuk berasa di Berastagi. Akhir tahun, libur natal jalan-jalan berdua sama saudara. Dari mulai pergi keluar dari rumah kita berdua belum tau bakal menuju kemana. Yang penting sih jalan-jalan. Dan akhirnya kita memutuskan ke Lau Kulab. Mengikuti petunjuk di jalan sampai lah kita di depan jalan menuju Lau Kulab. Anehnya kita berdua sama sekali tidak tertarik untuk menuju Lau Kulab. Malah ikut mobil ke depan dikit aja dari jalan masuk ke Lau Kulab. Nama objek wisatanya "Babarsari". Bapaknya senyum liat kita berdua sambil bilang, wisata ini bakal dibuka tahun baru dek:) nanti tahun baru kesini yaaa. Padahal aslinya kita berdua udah ngebet kali mau kesini. Sambil temen mengarahkan kereta ke arah Lau Kulab, sam...